Moyudan – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan melaksanakan kegiatan rutin, Pengajian Ahad Wage, pada Ahad (25/8/2024) pukul 07.30 WIB-selesai di Balai Kalurahan Sumbersari. Materi pengajian diisi oleh Ust. M. Husnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., Ph.D. yang merupakan anggota majelis tarjih dan tajdid PWM Daerah Istimewa Yogyakarta.
Susunan Acara
Terdapat beberapa susunan acara pada Pengajian Ahad Wage (25/8/2024) yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Sumbersari. Berikut merupakan susunan acaranya.
- Pembukaan
- Tilawah
- Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya
- Sambutan
- Penasarufan oleh Lazismu Moyudan
- Inti Acara
- Lain-lain
- Penutup
Sambutan
Sambutan disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Moyudan, Bapak H. Abu Hanifah, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa menyanyikan lagu Indonesia Raya dilakukan tidak hanya saat bulan Agustus, tetapi pada setiap Pengajian Ahad Wage karena salah satu wujud kecintaan Muhammadiyah kepada Indonesia. Bapak H. Abu Hanifah, S.Ag., M.Si. juga melaporkan perkembangan pembangunan gedung dakwah yang saat ini sampai pada tahap pembentukan tim dan pendampingan survei lokasi oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Selain itu, InsyaAllah pada hari Senin (26/8/2024) akan diadakan pengukuran. Beliau juga menyampaikan program yang sedang dijalankan, yaitu pengembangan Klinik Pratama, Moyudan. Pada akhir sambutan, beliau mengapresiasi Kalurahan Sumbersari, khususnya PRM Tiwir, karena telah mengirimkan 8 anggota KOKAM dalam sarasehan yang dilakukan Sabtu (24/8/2024).
Penasarufan
Penasarufan oleh Lazismu Moyudan diterima oleh Bapak Junaidi. Tasaruf tersebut nantinya akan diberikan atau disalurkan kepada siswa kurang mampu yang bersekolah di Muhammadiyah.
Inti Acara
Pemateri Pengajian Ahad Wage kali ini disampaikan oleh Ust. M. Husnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., Ph.D. Beliau merupakan anggota tarjih dan tajdid PWM Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan materi mengenai Al-Qur’an. Sebelum masuk ke dalam materi, beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah terdapat di 27 negara dan AUM paling kaya berada di Malaysia. Terdapat tradisi baik sebelum pengajian di Muhammadiyah Yogyakarta, yaitu mengaji terlebih dahulu karena mengaji merupakan pokok.
Berkaitan dengan mengaji, terdapat 4 model interaksi manusia dengan Al-Qur’an. Model interaksi tersebut, antara lain:
- Tilawah, yaitu membaca Al-Qur’an tanpa tahu artinya. Tilawah merupakan tingkatan membaca Al-Qur’an yang paling sederhana.
- Qiroah, yaitu membaca Al-Qur’an dengan membaca terjemahannya.
- Tadarus, yaitu membaca Al-Qur’an dengan membaca terjemahan dan memahami tafsirnya.
- Tadabur, yaitu mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dari Al-Qur’an. Hal tersebut disebabkan banyak permasalahan hidup yang jawabannya tidak ditemukan, kecuali dari Al-Qur’an.
Ust. M. Husnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., Ph.D. juga menyampaikan bahwa Allah SWT. tidak membebankan urusan di luar usaha atau kemampuan kita. Allah mahaadil. Meskipun tidak membaca Al-Qur’an (berbahasa Arab), tapi membaca terjemahannya, InsyaAllah mendapatkan pahala.
“Jangan menyerah. Ilmu datang ketika kita tidak menyerah,” ujar Ust. M. Husnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., Ph.D., Ahad (25/8/2024).
Lain-lain
Pada akhir acara, disampaikan bahwa Pengajian Ahad Wage yang mendatang, akan dilaksanakan di Sumberrahayu. Selain itu, disampaikan juga perolehan infak, yaitu sebesar Rp4.910.000,00.